Halaman

Jumat, 02 November 2012

Analisis Konsep Larutan


No
Label Konsep
Definisi Konsep
Atribut Kritis
Atribut Variabel
Hirarki konsep
Jenis Konsep
Contoh
Noncontoh
Superordinat
Koordinat
Subordinat
1.
Larutan
Campuran yang homogen yang mengandung zat terlarut atau pelarut
- Campuran
- Homogen
- Zat terlarut
- Pelarut
 - Volume
 -  Konsen
    trasi
-  Jenis zat
  pelarut   
  dan  
  terlarut
Campuran
- Suspensi
- Koloid
- Larutan
Elektrolit
- Larutan
Non elektrolit
Konkrit
Larutan
gula
Kopi, santan, kabut
2.
Larutan Elektrolit
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik
- Larutan
-Menghan-
tarkan arus listrik
- Jenis zat
terlarut
- Konsen
   trasi
Larutan
Larutan
Nonelektrolit
Larutan asam, basa, dan garam
Abstrak contoh konkrit
Larutan NaCl, larutan CH3COOH
Larutan gula, minyak, eter
3.
Larutan Nonelektrolit
Larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik
- Larutan
-Tidak
menghan-
tarkan arus listrik
- Jenis zat
terlarut
- Konsen
   trasi
Larutan
Larutan
Elektrolit
-
Abstrak contoh konkritg
Larutan gula, minyak, eter
Larutan NaCl, larutan CH3COOH
4.
Sifat koligatif
Sifat penting larutan yang bergantung pada banyaknya partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis partikel zat terlarut
-       Partikel zat terlarut
-       Jenis partikel zat terlarut
- Kemolalan
- Tekanan
- Suhu
- Jenis larutan
Larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
-
- Penurunan tekanan uap
- Kenaikan titik didih
- Penurunan titik beku
- Tekanan osmotik
Konkrit
Tekanan uap larutan urea, Penurunan titik beku etilena glikol, Kenaikan titik didih Benzena, Tekanan osmotik hemoglobin

Larutan urea, Larutan etilena glikol, Larutan benzena
5.
Larutan Tak Jenuh
Larutan yang partikel-partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat)
-Larutan
-Partikel- 
  partikel
-Pereaksi (bisa melarutkan zat)
- Konsen
  trasi
- Ksp
- Volume
Larutan
- Larutan
  Jenuh
-   Larutan tak
   jenuh

-
Abstrak contoh konkrit
NaCl 5gram dilarutkan dalam 5mL aquades, butena, heksuna
Metana, etana, propana, butana
6.
Larutan Tepat Jenuh
Larutan yang partikel-partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal)
- Larutan
- Partikel
-Tepat habis bereaksi
-pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal)
- Konsen
   trasi
- Ksp
- Volume
Larutan
-   Larutan
Jenuh
-    Larutan tak jenuh

-
Abstrak contoh konkrit
Larutan BaF2 memiliki konsentrasi 7,5 x 10-3
NaCl 5gram dilarutkan dalam 5mL aquades, butena, heksuna
7.
Larutan jenuh
Larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan.
- Larutan
- Zat
terlarut
-Endapan
-Konsen
trasi
-Ksp
-Volume
Larutan
- Larutan tak jenuh
- Larutan
  tepat jenuh

-
Abstrak contoh konkrit
Metana, etana, propana, butana
Butuna, heksuna
8.
Larutan Asam
Larutan bersifat asam bila konsentrasi ion hidronium lebih besar dari ion hidroksida.
-Larutan
- Konsentra
si ion    hidronium
- ion
hidroksida
- pH
- Konsen
  trasi
- Tetapan
ionisasi asam
Larutan elektrolit
Larutan basa, larutan garam
- Larutan
 asam
  lemah
- Larutan
asam kuat
Abstrak contoh konkrit
Larutan HCl, larutan H2SO4, air jeruk
Larutan NaOH, larutan NH3, larutan Fe(OH)2
9.
Larutan asam kuat
Larutan yang sedikit menghantarkan arus listrik karena sukar terionisasi
- Sedikit
Menghantarkan arus listrik
- Sukar
terionisasi
- pH
- Konsen
  trasi
- Tetapan
ionisasi
Larutan asam
Larutan asam kuat
-




Abstrak contoh konkrit
Larutan CH3COOH, larutan HCN, asam format
Larutan HCl, larutan H2SO4, larutan H3PO4
10.
Larutan asam lemah
Merupakan larutan elektrolit kuat, dan mengalami ionisasi secara sempurna
-Larutan
elektrolit
kuat
- ionisasi
sempurna


- pH
- Konsen
  trasi
Larutan asam
Larutan assam lemah
-
Abstrak contoh konkrit
Larutan HCl, larutan H2SO4, larutan H3PO4
Larutan CH3COOH, larutan HCN, larutan asam format
11.
Larutan Basa
Larutan bersifat basa bila konsentrasi ion hidroksida lebih besar dari konsentrasi ion hidronium
-Larutan
- Konsen
  trasi
Ion hidroksida
- Konsen
  trasi
ion hidronium
- pH
- Konsen
  trasi
- Tetapan
ionisasi basa
Larutan elektrolit
Larutan asam, larutan garam
- Larutan
basa lemah
- Larutan
basa kuat
Abstrak contoh konkrit
Larutan NaOH, larutan NH3, larutan Fe(OH)2
Larutan HCl, larutan H2SO4, air jeruk
12.
Larutan Basa Kuat
Larutan basa kuat mudah menghantarkan arus listrik, sehingga disebut larutan elektrolit kuat.
- Menghan-
tarkan arus listrik
- Elektrolit
kuat
- pH
- Konsen
  trasi
Larutan basa
Larutan basa lemah
-
Abstrak contoh konkrit
Larutan NaoH
Larutan NH3
13.
Larutan Basa Lemah
Larutan yang sedikit menghantarkan arus listrik karena sukar terionisasi



- Sedikit
Menghantar
kan arus listrik
- Sukar
terionisasi
- pH
- Konsen
  trasi
- Tetapan
ionisasi
Larutan basa
Larutan basa kuat
-
Abstrak contoh konkrit
Larutan NH3
Larutan NaOH
14. 
Basa konjugasi
Anion yang bersifat basa yang berasal dari asam
-  Anion
-  Barsifat basa
-  Asam
-    Sifat larutan
Larutan asam
Asam konjugasi
Larutan penyangga
Abstrak contoh konkrit
CH3COO-, Cl-
Na+, NH4+
15.
Asam konjugasi
Kation yang bersifat asam yang berasal dari basa
-  Kation
-  Bersifat asam
-  Basa
-    Sifat larutan
Larutan basa
Basa konjugasi
Larutan penyangga
Abstrak contoh konkrit
Na+, NH4+
CH3COO-, Cl
16.
Larutan penyangga
Larutan yang mempunyai pH tetap dan mampu menahan perubahan pH jika ditambah sedikit asam atau basa.
-  Larutan
-  pH tetap
-  Asam
-  Basa
-   pH
-   Mol
-   Volume
-   Konsentrasi
-    Larutan asam lemah
-    Larutan basa lemah
-
-
Konkrit
- Campuran CH3COOH dengan CH3COONa
- Campuran NH4OH dengan NH4Cl
Campuran HCl dengan NaOH
17.
pH
Merupakan logaritma negatif dari konsentrasai
H+
-  Logaritma negatif
-  Konsentrasi H+
-   Konsentrasi
-   Ka
-   Derajat ionisasi
Larutan asam
pOH
-
Konsep berdasarkan prinsip
Larutan dengan konsentrasi H+ 10-4 memiliki pH=4
Larutan dengan konsentrasi OH- 10-4 memiliki pOH=4
18.
pOH
Merupakan logaritma negatif dari konsentrasai
OH-
-  Logaritma negatif
-  Konsentrasi OH-
-   Konsentrasi
-   Kb
-   Derajat ionisasi
Larutan basa
pH
-
Konsep berdasar-
kan prinsip
Larutan dengan konsentrasi OH- 10-4 memiliki pOH=4
Larutan dengan konsentrasi H+ 10-4 memiliki pH=4
19.
Larutan Garam
Larutan yang dapat terbentuk dari asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam lemah dengan basa lemah.
- Larutan
- Asam 
kuat-
Basa kuat
- Asam
lemah- Basa kuat
- Asam
kuat-
Basa lemah
- Asam
lemah- Basa lemah

- pH
- Konsentra
  si
- Derajat
ionisasi
Larutan elektrolit
Larutan asam, larutan basa
- Garam
dari asam kuat – basa kuat
- Garam
dari asam lemah – basa lemah
- Garam
dari asam kuat – basa lemah
- Garam
dari asam lemah – basa kuat
Abstrak contoh konkrit
Larutan NaCl, larutan CH3COONa, larutan NH4Cl
Larutan NH3, larutan HCl, larutan NaOH
20.
Garam bersifat netral
Garam yang berasal dari kation dan anion yang bersifat kuat maupun lemah
-Garam
-Kation
-Anion
-Sifat kation dan anion

Larutan garam
-garam bersifat asam
-garam bersifat basa
-
Abstrak contoh konkrit
NaCl, NH4CH3COO
NH4Cl,CH3COONa
21.
Garam bersifat asam
Garam yang berasal dari kation yang bersifat asam kuat dan anion yang bersifat basa lemah
-Garam
-Kation
-Anion
-Sifat kation dan anion

Larutan garam
-garam bersifat netral
-garam bersifat basa
-
Abstrak contoh konkrit
NH4Cl
CH3COONa
22.
Garam bersifat basa
Garam yang berasal dari kation yang bersifat asam lemah dan anion yang bersifat basa kuat
-Garam
-Kation
-Anion
-Sifat kation dan anion

Larutan garam
-garam bersifat asam
-garam bersifat netral
-
Abstrak contoh konkrit
CH3COONa
NH4Cl
23.
Hidrolisis garam
Terurainya garam dalam air yang menghasilkan asam atau basa.
-  Garam
-  Air
-  Asam
-  Basa
-   Sifat garam
Larutan garam
-
- Hidrolisis
   total
- Hidrolisis
  parsial
Abstrak contoh konkrit
Hidrolisis Garam NH4Cl, Al2(SO4)3
Garam NaCl
24.
Hidroisis parsial/seba-gian
Jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya dan hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, yang  lainnya tidak.
-  Garam dari asam lemah dan basa kuat
-  Ion
-  Reaksi hidrolisis
-    Garam bersifat asam dan basa
Hidrolisis
Hidrolisis total
Hidrolisis garam bersifat asam dan basa
Abstrak contoh konkrit
Hidrolisis Garam
CH3COONa, NaF, CH3COOK, HCOOK
Hidrolisis Garam
CH3COONH4, (NH4)2CO3.
25.
Hidrolisis total
Jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa  lemah
-  Garam dari asam lemah dan basa lemah
-    Ka
-    Kb

Hidrolisis
Hidrolisis parsial
-
Abstrak contoh konkrit
Hidrolisis Garam
CH3COONH4,(NH4)2CO3.
Hidrolisis Garam
CH3COONa,NaF, CH3COOK, HCOOK
26.
Kadar
Perbandingan masa suatu unsur atau senyawa dalam 1 gram sampel tertentu.
- Perbandi –
ngan massa, unsur atau senyawa
- Sampel
-Massa
  Sampel
-   Kompo-
sisi sampel

Larutan Asam – Basa
-
Titrasi
Konkrit
Kadar Fe dalam kangkung, kadar Cl dalam ikan asin
Senyawa organik aktif dalam air
27.
Titrasi
Penambahan titran sedikit demi sedikit ke dalam titrat sampai jumlah zat yang direaksikan tepat menjadi ekuivalen satu sama lain.
- Titran
- Titrat
- Ekuivalen
  satu sama  
  lain
-    Konsen
   trasi
- Volume
- Perubahan
  warna
  indikator
Kadar
-
-  Titrasi
    asam
    kuat –
    basa kuat
-  Titrasi
    asam  
    lemah –
    basa
    lemah
-   Titrasi
     asam  
     kuat-
     basa  
     lemah
-   Titrasi
     asam  
     lemah –   
     basa kuat
-   Titrasi
     asam  
     kuat –
     garam
     dari basa
     lemah
-       Titrasi basa kuat – garam dari asam lemah
Konsep yang menyatakan nama proses
Titrasi HCl oleh NaOH
Titrasi NaCl oleh AgNO3
28.
Titrasi Asam Kuat – Basa Kuat
Titrasi yang berlangsung antara asam kuat dan basa kuat
- Titrasi
- Asam kuat
- Basa kuat
- Konsen
  trasi
- Volume
- Peruba
   han warna
   indikator
-  pH
Titrasi
- Titrasi
   asam
   lemah –
   basa lemah
-  Titrasi
    asam
    kuat- basa
    lemah
-  Titrasi
    asam
    lemah –
    basa kuat
-  Titrasi
   asam kuat
   – garam
   dari basa
    lemah
-  Titrasi
   basa kuat –
   garam dari
   asam
   lemah
-
Konsep yang menyatakan nama proses
Titasi HCl oleh NaOH
Titrasi HCl oleh NH4BO2
29.
Titrasi Asam Kuat – Basa Lemah
Titrasi yang berlangsung antara asam kuat dan basa lemah
- Titrasi
- Asam kuat
- Basa
  Lemah
-    Konsen
     Trasi
- Volume
- Peruba
  han warna indikator
-     pH
Titrasi
- Titrasi
   asam kuat
    – basa
   kuat
- Titrasi
  asam lemah
   – basa
   lemah
-  Titrasi
    asam
    lemah –
    basa kuat
-  Titrasi
    asam kuat
    – garam
    dari basa
    lemah
-  Titrasi
    basa kuat
    – garam
    dari asam
    lemah
-
Konsep yang menyata-
kan nama proses
Titrasi antara HCl dengan NH4OH
Titrasi antara CH3COOH dengan NaOH
30.
Titrasi Asam Lemah – Basa Kuat
Titrasi yang berlangsung antara asam lemah dan basa kuat
-Titrasi
-Asam lemah
-Basa kuat
-Konsentrasi
-Volume
-Perubahan warna indikator
-pH
Titrasi
-Titrasi asam kuat – basa kuat
-Titrasi asam lemah – basa lemah
- Titrasi asam lemah – basa kuat
-Titrasi asam kuat – garam dari basa lemah
-Titrasi basa kuat – garam dari asam lemah
-
Konsep yang menyatakan nama proses
Titrasi antara HCOOH dengan NaOH
Titrasi antara NaOH dengan HCl
31.
Titrasi asam lemah- basa lemah
Titrasi yang berlangsung antara asam lemah dan basa lemah
-Titrasi
-Asam lemah
-Basa lemah
-Konsentrasi
-Volume
-Perubahan warna indikator
-pH
Titrasi
-Titrasi asam kuat – basa kuat
- Titrasi asam lemah – basa kuat
- Titrasi asam kuat- basa lemah
-Titrasi asam kuat – garam dari basa lemah
-Titrasi basa kuat – garam dari asam lemah
-
Konsep yang menyatakan nama proses
Titrasi antara HCOOH dengan NaOH
Titrasi antara NaOH dengan HCl
32.
Titrasi Asam Kuat – Garam dari Basa Lemah

Titrasi yang berlangsung antara asam kuat dan garam dari basa lemah
-Titrasi
-Asam kuat
-Garam dari basa lemah
-Konsentrasi
-Volume
-Perubahan warna indikator
-pH
Titrasi
- Titrasi
   asam kuat
   – basa kuat
-  Titrasi
    asam
   lemah –
   basa lemah
-  Titrasi
    asam
    kuat- basa
    lemah
-  Titrasi
    asam
    lemah –
    basa kuat
-   Titrasi
     basa kuat
     – garam
     dari asam
     lemah
-
Konsep yang menyatakan nama proses
Titrasi antara H2SO4 dengan NH4Cl
Titrasi aantara NH3 dengan HCl
33.
Titrasi Basa Kuat – Garam dari Asam Lemah
Titrasi yang berlangsung antara basa kuat dan garam dari asam lemah
-Titrasi
-Asam lemah
-Garam dari asam lemah
-Konsentrasi
-Volume
-Perubahan warna indikator
-pH
Titrasi
-  Titrasi
    asam kuat
    – basa
    kuat
-  Titrasi
    asam
    lemah –
    basa
    lemah
-   Titrasi
    asam
    kuat- basa
    lemah
-  Titrasi
    asam
    lemah –
    basa kuat
-   Titrasi
    asam kuat
    – garam
    dari basa
     lemah
-
Konsep yang menyatakan nama proses
Titrasi antara HCl dengan NH4BO2
Titrasi antara KOH dengan HCOOH
34.
Ion-ion
Partikel bermuatan dimana banyaknya elektron tidak sama dengan banyaknya proton.
-    Partikel bermuatan
-    Elektron
-    Proton
- Jumlah elektron
- Jumlah proton
Sifat koligatif larutan elektrolit

-
Faktor Van‘t Hoff
Abstrak
Ion Na+, Cl-
Senyawa NaCl
35.
Faktor van‘t hoff
Faktor Van't Hoff adalah perbandingan antara sifat koligatif yang terukur dari suatu larutan elektrolit dengan harga sifat koligatif larutan yang diharapkan dari suatu zat non-elektrolit pada konsentrasi yang sama.
- Sifat
koligatif larutan
-Konsentrasi
- Larutan
Elektrolit
- Larutan
non elektrolit
- Jumlah
partikel zat terlarut dalam larutan
-   Jenis larutan

Ion-ion
-
-
Konsep berdasarkan prinsip
i HCl = 2
i MgSO­4=2
-
36.
Penurunan tekanan uap
Tekanan uap yang lebih kecil daripada pelarut murni karena adanya zat terlarut yang sulit menguap.
-Tekanan
uap
-Pelarut
murni
-Zat terlarut

-Tekanan
uap
-Kenaikan
Temperatur
-   Jenis zat terlarut
Sifat Koligatif Larutan
-Kenaikan
titik didih
-Penurunan
titik beku
-Tekanan
Osmotik

Fraksi mol zat terlarut
Konsep yang menyata-
kan ukuran atribut
Penurunan tekanan uap larutan amonia
Kenaikan titik didih larutan asam format


37.
Kenaikan titik didih
Kenaikan temperatur dimana tekanan uap cairan sma dengan tekanan luar
-Kenaikan
temperatur
-Tekanan
uap
-Tekanan
luar
-Tekanan
uap
-Kenaikan
temperatur
Sifat Koligatif Larutan
-Kenaikan
tekanan uap
-Penurunan
titik beku
-Tekanan
Osmotik
-Tetapan
kenaikan Tb molal
-Kemolalan
larutan
Konsep yang menyatakan ukuran atribut
Kenaikan titik didih larutan asam format
Penurunan tekanan uap larutan amonia
38.
Penurunan titik beku
Penurunan temperatur dimana zat padat dan zat cair dari suatu zat berada dalam kesetimbangan
-Penurunan
temperatur
-zat padat
-zat cair
-Kesetim-
bangan
-Tekanan
uap
-Kenaikan
temperatur
Sifat Koligatif Larutan
-Kenaikan
titik didih
-Penurunan
titik uap
-Tekanan
Osmotik
-Tetapan
penurunan Tf molal
-Kemolalan
larutan
Konsep yang menyatakan ukuran atribut
Peurunan titik beku larutan urea
Kenaikan titik didih larutan asam format
39.
Tekanan Osmotik
Tekanan yang diperlukan untuk mengimbangi/ mencegah terjadinya peristiwa osmosis
-Tekanan
-Peristiwa Osmosis
-Tekanan
uap
-Kenaikan
temperatur
-Peristiwa
osmosis
Sifat Koligatif Larutan
-Kenaikan
titik didih
-Penurunan
titik beku
-Penurunan
tekanan uap
-osmosis
-Kemolalan larutan
Konsep yang menyatakan ukuran atribut
Tekanan osmotik pada hemoglobin
 Peurunan titik beku larutan HCl
40.
Fraksi mol zat terlarut
Suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan perbandingan jumlah zat terlarut dalam jumlah mol larutan
- Konsen-
trasi
- Jumlah zat
terlarut
-  Jumlah
mol larutan
-Jumlah zat
terlarut
- Jumlah zat
pelarut

Penurunan tekanan uap
-
-
Konsep yang menyatakan simbol
Fraksi mol gula dalam larutan gula
Konsentra- si larutan gula
41.
Hukum Raoult
Tekanan parsial pelarut di atas larutan ialah hasil kali tekanan uap pelarut murni dan fraksi mol pelarut itu dalam larutan
- Tekanan
parsial pelarut
- Tekanan
uap pelarut murni
- Fraksi mol
pelarut
- Jumlah mol
- Volume
- Suhu

Penurunan tekanan uap
-
-
Konsep yang menyatakan simbol
Larutan benzena dan toluena
-
42.
Kemolalan Larutan
suatu besaran konsentrasi larutan yang menyatakan banyaknya mol zat terlarut dalam 1000 gram (1 Kg) pelarut
- Konsen-
trasi
- Jumlah
mol zat terlarut dalam 1000 gram pelarut
- Konsen
trasi
- Jumlah zat
Terlarut
-Massa pelarut
-Kenaikan titik didih
-Penurunan titik beku
-
-
Konsep yang menyatakan ukuran atribut
5 mol HCOOH dalam 1000 gram aquades.
5 mol HCOOH dalam 1 liter larutan.
43.
Osmosis
yaitu perpindahan melekul air melalui selaput semipermiabel dari larutan yang hipotonis (kepekatan rendah) ke larutan hipertonis (kepekatan tinggi).
-molekul air
-selaput semipermiabel
-hipotonis
-hipertonis

-Kepekatan larutan
Tekanan osmosis
-
-
Konkrit
Kentang yang dimasukkan ke dalam air garam akan mengalami penyusutan.
-

44.
Kd
Konstanta kenaikan titik didih molal
-  Konstanta
-  Titik didih molal
-    Titik didih larutan
-    Titik didih pelarut murni
-    Jenis zat terlarut
-    Jumlah zat terlarut
Titik didih
Kb
-
Konsep yang menyata-kan atribut
Kd etanol= 1,22
Kb etanol= 1,99
45.
Kb
Konstanta penurunan titik beku molal
-  Konstanta
-  Titik beku molal
-    Titik beku larutan
-    Titik beku pelarut murni
-    Jenis zat terlarut
-    Jumlah zat terlarut
Titik beku
Kd
-
Konsep yang menyatakan atribut
Kb etanol= 1,99
Kd etanol= 1,22


ANALISIS KONSEP LARUTAN


Kelompok
Nur Sri Jamatiyah                   : 1210208069
Ratna Farida Hamid      : 1210208073
Ratna Puri Rahayu                  : 1210208074
Siti Maulida Wahid        : 1210208086
Siti Nurhayati                : 1210208088


PRODI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar